Kami akan memijak langit, akan ikutkah?

Sesungguhnya Sunnah, esensinya memiliki
Akar yang menyaksi dalam yang wajib, semuanya Dan wajib, seperti tubuh jika engkau menyinarinya dengan cahaya, dan Sunnah yang ditambahkan seperti bayangannya Ia tampak dalam citranya bukan sebagai wajib Kemudian kembali menjadi wajib dalam hisab sebagaimana wajib ada hadis datang kepada kita, menerangkan keutamaan Sunnah menurut syariat, memilah akar Sunnah dari akar wajib Kemudian Tuhanmu mencipta esensi kemampuanmu, maka keruklah dari gerimisnya, hingga engkau memperoleh lebatnya

    Sunnah adalah semua amal yang pada asalnya wajib, ia menjadi utama dan bernilai tinggi sesuai tingkat ke-fardhu-annya. Sunnah lahir dari sumbernya, yakni wajib, dan ia tampak sesuai citra sumbernya, seperti halnya kita lahir sesuai citra Al-Haqq. Bagi-Nya, kita adalah Sunnah, dan Dia adalah sumber asal diri kita, sedangkan kita adalah wajib al-wujud bihi, yakni ada karena-Nya, bukan karena diri kita sendiri. Pada tingkat ini Dia terpilih dari kita, dan kita terpilah dari Dia." 
    Selain itu, amalan sunnat juga disebut sebagai ibadah yang bebas dan kebiasaan yang diutamakan. Imam Abu Hanifah-- semoga Allah merahmati nya--berkata, "Nikah merupakan amalan Sunnah yang paling mulia," itu karena asalnya adalah, Allah menghadap kepada semua yang baru dengan cinta, kemudian menciptakannya dari ketiadaan menjadi ada, maka Dia berkata kepada mereka, "Jadilah," maka jadilah semua makhluk itu. Hal ini serupa nikah, maka nikah yang wajib merupakan kewajiban yang paling utama, dan nikah yang Sunnah merupakan Sunnah yang paling utama. Dari sudut pandang ini, Rasullullah Saw. Dicintai kaum perempuan, dan dari sudut pandang ini juga, nikah merupakan setengah agama.
    Ada Al-haqq adalah wajib, sedangkan adanya hamba adalah Sunnah dari wajib tersebut. Allah berfirman, "...tak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia..." (QS. 42: 11), yakni, tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan semisal Dia, dan tidak ada semisal Dia itu kecuali yang Dia ciptakan sesuatu citra diri-Nya. Maka, Mahasuci Dia yang meniadakan sesuatu pun yang serupa dengan Anda, apalagi yang serupa dengan Dia, Dia itu yang Maha Agung Kuasa-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Idul Adha

Berantakan Hidupmu.