Malam itu aku duduk bertiga bersama rokok dan kopi, kita bercengkrama hingga larut pagi, "kalo lo ga jalan sekarang, Lo harus lari besok" ucap rokok, kepada kopi yang terus-menerus mengeluh tentang keadaannya tapi dia tidak mau bergerak.
Seketika aku tercengang hingga asap nya masuk ke rongga-rongga jiwa ku yang kotor, ucapan rokok seakan menyindirku juga, "boleh juga kata-kata si rokok" dalam batinku sambil memikirkan apa langkah yang akan-ku ambil selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Idul Adha

Berantakan Hidupmu.