Tali rapuh yang sempat kau ulurkan,
tak sengaja ku jamah dengan ketulusan.
Jaring utuh yang sering kau tebarkan,
kini telah sukses menjeratku dalam kesenduan.
Buah hampa yang telah kudapatkan,
perlahan berubah jadi benih keinsyafan.
Tentang diriku yang pernah menuai kebodohan; perlahan gugur dalam Medan pertempuran.
Komentar
Posting Komentar