Malam yang syahdu membimbing 
setiap tapak-ku dalam gulita panjang,
ia memberiku segenap waktu dan beberapa ruang.
Hingga diriku nyaris tenggelam dalam kelalaian, yang berbusana tenang dan nyaman.

Di keheningan malam alunan sendu berterbangan memenuhi setiap ruangku yang beremang.
Jemari terangkat menggemakan sajak penyesalan, sungguh Maaf dan Ridha-Mu amat kunantikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Idul Adha

Berantakan Hidupmu.