Kesempatan mengetuk pagi; 
dan dengan mengantuk
aku mengamini doa-doa
dari panjang nya malam yang kau punya, sedang upaya-upaya telah kita lupa 
sebab puisi begitu keruh
mengaliri bilik-bilik perasaan kita.

Aku beranjak; menyikat gigi dan
menyemir janji----barangkali
kau ingin aku meyakinkanmu lagi,
barangkali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Idul Adha

Berantakan Hidupmu.