her poetry is for us


Aku penulis amatir
Tak pandai dalam menyusun kata
Agar menjadi indah di urai
Bodoh dalam menata tanda baca
Dan tak mampu merangkai satu-dua kalimat agar terdengar manis saat terlisankan

Aku penulis amatir 
Begitu kaku saat menggenggam pena
Kertas masih putih bersih
Walau buku telah lama terbuka
Walau begitu, aku percaya diri dalam menulis puisi tentang keindahan 
Pun rasa syukur akan sebuah kepemilikan
Ku tulis puisi itu, dengan satu kalimat,
"Pada seluruh duka, luka, dan air mata, 
ku akan selalu mencintai sekawan-ku🤍"


Oleh: fast_air

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Idul Adha

Berantakan Hidupmu.